Friday, May 24, 2013

Akhir-akhir ini dibawah Bupati Pacitan, Drs. Indartato, MM, Kabupaten Pacitan mulai mencuat keatas permukaan meraih berbagai kejuaraan pembangunan. Kalau tidak satu kabupaten menjadi juara ada juga kecamatan yang menonjol pada tingkat provinsi atau tingkat nasional. Kegiatan pengembangan Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya) yang semula diawali dengan studi banding ke Yogyakarta berhasil menggerakkan seluruh desa dan dukuh sehingga jumlahnya mencapai lebih dari 2011 buah pada tingkat dukuh. Dalam waktu singkat sekitar 70 persen pedukuhan yang sedang membentuk Posdaya pasti akan menyusul.

Salah satu alasannya adalah diturunkannya sekitar 800 dosen pembimbing dan mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STIKIP) PGRI Pacitan ke seluruh desa dan dukuh melalui kuliah kerja nyata (KKN) tematik Posdaya minggu lalu. Keberangkatan KKN yang diantar oleh Bupati dan seluruh camat se kabupaten itu merupakan upaya sinergi yang positif antara pemerintah dan kalangan akademisi untuk mengisi Posdaya yang sudah terbentuk atau mengembangkan Posdaya di daerah-daerah yang masih belum memiliki Posdaya. Ketua STIKIP PGRI, Dr. H. Maryono, MM, merasa yakin, setelah pengalaman KKN tahun lalu, bahwa mahasiswa yang terjun ke desa membawa manfaat dan perubahan sikap dan tingkah laku yang positif. Mereka makin tajam melihat permasalahan di pedesaan dalam bimbingan dosen yang mendampinginya.

Melalui kerjasama yang sangat akrab dengan masyarakat pedesaan, dalam waktu singkat mereka berhasil membentuk dan mengisi perangkat Posdaya seperti membentuk Pos Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), mengajarkan ketrampilan kepada anak-anak dan remaja putus sekolah, mengembangkan Kebun Bergizi, menyegarkan Posyandu, dan melatih keluarga di desa dalam upaya wirausaha. Tidak sedikit produk-produk binaan yang mulai dapat dikemas dalam kemasan “modern” sehingga meningkatkan mutu dan nilai jualnya. Bahkan dapat diketemukan cara mengolah tanaman lokal menjadi produk makanan yang menarik dan laku jual.

Ketua STIKIP PGRI, Dr. H. Maryono, MM yang telah diyakinkan akan keampuhan KKN tematik Posdaya karena pengalaman sebelumnya berani menerima permintaan kabupaten lain, seperti kabupaten Wonogiri dan Trenggalek, yang meminta pengiriman mahasiswa KKN untuk membentuk Posdaya di kedua kabupaten tersebut. Tawaran dan pengiriman mahasiswa itu sekaligus merangsang kedua kabupaten lebih mengenal Posdaya sebagai kekuatan pembangunan baru di daerah tersebut. Kekuatan itu pasti akan merangsang pengembangan pembangunan yang lebih luas di kabupaten yang perlu menyelesaikan upaya pengentasan kemiskinan dan meningkatkan cakupan pendidikan masyarakatnya.

Seperti di daerah lainnya, KKN tematik Posdaya di Pacitan kali ini akan dikonsentrasikan untuk meningkatkan mutu isian 2011 Posdaya yang sudah ada. Penonjolan pengisian Posyandu akan menjadi prioritas yang tinggi agar usia harapan hidup di Pacitan yang melonjak dewasa ini tetap dapat dipertahankan. Angka partisipasi keluarga berencana yang sudah mencapai lebih dari 80 persen dapat tetap bertahan agar angka kelahiran yang rendah dan pertumbuhan penduduk yang sangat rendah dapat menolong kabupaten lain yang mendapat kesulitan dalam program KBnya. Kebun Bergizi yang sudah marak di setiap halaman rumah dalam bentuk polibag diharapkan bisa dikembangkan di halaman biasa agar skalanya bertambah besar dan dapat menjadi komoditas yang menguntungkan karena bisa dijual di pasaran dalam jumlah yang lebih banyak. Untuk itu para mahasiswa dilengkapi dengan sumbangan bibit dan biji yang berasal dari perusahaan swasta yang melihat prospek yang menguntungkan tersebut. Bisa dibayangkan kalau sebagian besar halaman rumah berubah menjadi kebun sayur, tidak mustahil Pacitan bisa menjadi lumbung sayur untuk kabupaten sekitar yang malas bertanam sayuran. Juga tidak mustahil bisa menjual sayuran ke kota besar seperti Jakarta, Surabaya dan Semarang.

Keberhasilan yang selama ini mulai nampak telah dibawakan oleh anak-anak muda yang tergabung dalam wadah generasi muda yang dinamis, KOMPAS yang dipimpin Dian Budi Anggraeni, yang ternyata bisa menyelenggarakan bermacam lomba seperti lomba PAUD dengan berbagai kegiatannya, lomba fashion, lomba lari dan kegiatan lain yang bisa menjadi isian Posdaya di pedesaan. Lomba-lomba semacam itu kalau dikelola secara baik bisa meningkatkan solidaritas antar keluarga suatu kampung dalam konteks Posdaya yang akrab dan menghasilkan sumber daya manusia yang unggul dan membanggakan kelompoknya.

Dalam konteks unggulan seperti itu, Bupati Pacitan telah sepakat dan menganjurkan kepada seluruh mahasiswa untuk menyisir sekitar 88 desa pantai yang panjangnya tidak kurang dari 30 km dengan tekad agar mereka yang mengandalkan hidupnya sepanjang pantai dapat ditingkatkan kemampuannya dengan pelatihan yang memadai. Melalui pelatihan pasti makin mahir mengolah hasil tangkapannya untuk dijadikan komoditas yang bervariatif dan tahan lama sehingga dapat ditawarkan dengan lebih baik dan menguntungkan. Bupati yang gesit juga telah merancang pengembangan kawasan sepanjang Kali Gerindulu dengan kegiatan pertanian dan perikanan yang lebih modern.

Dalam hubungan ini, Yayasan Damandiri menyediakan fasilitas dan koordinasi dengan berbagai kalangan untuk mematangkan rancangan itu menjadi kenyataan melalui pelatihan dan fasilitas yang memadai. Bahkan dikandung maksud untuk mengembangkan Pusat Perkulaan untuk menolong warung-warung yang tersebar di berbagai desa agar masyarakat dapat memperoleh komoditas dengan harga yang memadai. (Prof Dr Haryono Suyono, Ketua Yayasan Damandiri, www.haryono.com)

 

Add comment


Security code
Refresh