Thursday, February 23, 2012

Opini

Oleh: Suyono

Indonesia disinyalir menghadapi krisis pangan belakangan ini. Kita sepertinya tidak percaya. Kenapa? Karena, Indonesia sejak dulu hingga sekarang terkenal sebagai negara agraris, negara pertanian yang menghasilkan padi, buah-buahan, sayur-sayuran, dan komoditi hasil bumi lainnya. Bahkan, “tongkat” ditanam bisa tumbuh dan menghasilkan bahan makanan.  Mengapa akhir-akhir ini harus menderita krisis pangan? Padahal di sebagian daerah, pada Februari ini mulai panen padi. Ibarat tikus mati, karena kekurangan makan di dalam lumbung padi. Sungguh aneh memang.

Read more...

Oleh Ichdinas Shirotol Mustaqim

Dalam surat kabar lokal (Sabtu, 11 Februari 2012) di Jakarta, merilis sebuah berita dengan judul, "42 Gerai Seven Eleven Dievaluasi". Isinya meliput bagaimana Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana mengevaluasi seluruh perijinan usaha mini market dan cafe Seven Eleven di lima wilayah Jakarta.

Read more...

Oleh Adi Lazuardi

Walaupun perompakan laut di Indonesia menurun drastis, namun kita wajib selalu waspada agar tindakan rompak laut tidak tumbuh subur lagi di Indonesia. Apalagi negara kita merupakan negara kepulauan dimana luas lautan lebih besar dari daratan.

Read more...

Oleh: Suyono

Banyak pemuda dan pemudi Islam Indonesia, terutama mereka yang tinggal di kota-kota besar, belakangan ini seperti ‘terhipnotis’ oleh pengaruh era globalisasi. Mereka tanpa menyadari, terseret arus budaya barat yang nyata-nyata tidak Islami, semisal mereka melibatkan diri secara langsung pada acara valentine day.

Read more...

Oleh: Legino Jr

Kehadiran media masa di era kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dewasa ini cukup membawa pengaruh besar bagi perkembangan pola fikir manusia, di dalam menyikapi berbagai persoalan. Melalui media masa, baik cetak maupun elektronika manusia dapat melakukan apa saja, seperti pencegahan terhadap tindakan perlakuan kejahatan yang dilakukan oleh manusia yang tidak bertanggung jawab, dan masukan informasi bagi proses pembentukan karakter building manusia maupun pencerdasan.

Read more...

Oleh: Ade Wahyudin*

Ekonom kawakan asal Amerika Serikat Sol Palha menjadi pembicara dalam sejumlah seminar di beberapa universitas di Indonesia (10-21/10/2011). Seminar Ekonomi yang mengusung tema “A Worldwide Look of the Macro Economic Situation of The World” ini telah berhasil menyita perhatian audien di 8 (delapan) Universitas di Indonesia. Di hari pertama (10/10/2011), seminar Sol Palha dimulai di kampus Universitas Gajah Mada, Jogjakarta. Terlihat begitu antusias audien yang terdiri dari mahasiswa dan dosen ini dalam mengikuti jalannya seminar. Begitu pula dengan seminar yang dilaksanakan di hari berikutnya yaitu UNDIP (11/10/2011). Seminar ekonomi yang diselenggarakan oleh Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM dan UNDIP ini memfokuskan pada permasalahan ekonomi global, khususnya Indonesia dalam menghadapi pasar global.

Read more...

Page 1 of 49

Start
Prev
1