
(Jakarta, MADINA): Garuda Indonesia telah berhasil menyelesaikan penerbangan phase keberangkatan (phase I) dengan menerbangkan sebanyak 113.369 jemaah calon haji (calhaj) dengan ketepatan waktu (on time performance/OTP) sebesar 97.21 persen. Total 113.368 jemaah calhaj tersebut, diterbangkan dari sembilan embarkasi yang dibagi dalam 299 kelompok terbang (kloter). Garuda Indonesia sebelumnya, direncanakan mengangkut 113.987 jemaah, namun sebanyak 618 batal berangkat karena sakit dan alasan lain.
Adapun jumlah jemaah dari sembilan embarkasi yang telah diterbangkan tersebut, terdiri dari Jakarta 23.322 jemaah (51 kloter), Banda Aceh 4.824 jemaah (14 kloter), Makassar 16.306 jemaah (46 kloter), Balikpapan 5.842 jemaah (18 kloter), Banjarmasin 5.407 jemaah (17 kloter), Solo 33.733 jemaah (90 kloter), Medan 8.442 jemaah (19 kloter), Padang 7.822 jemaah (22 kloter), dan Palembang 7.671 jemaah (22 kloter).
Pelaksanaan penerbangan haji dimulai pada 2 Oktober hingga 31 Oktober 2011 (Phase I / Keberangkatan), sementara Phase II/Kepulangan akan dimulai pada 11 Nopember hingga 11 Desember 2011. Pada tahun ini, penerbangan langsung ke Madinah hanya dilayani oleh embarkasi Jakarta (periode 1 - 19 Oktober 2011), dan akan kembali pulang ke Indonesia langsung dari Madinah pada 29 Nopember hingga 11 Desember 2011.
Dalam pelaksanaan penerbangan haji tahun 2011 ini, Garuda Indonesia mengoperasikan 14 pesawat berbadan lebar terdiri dari 3 pesawat B-747 (kapasitas seat 455), satu pesawat B-767 (325 seat), dua pesawat A330-300 (375 seat), dan delapan pesawat A330-200 (360 seat). Pesawat–pesawat tersebut, rata rata berusia muda. Bahkan ada pesawat yang diproduksi pada tahun 2009. Proses tender pesawat tersebut, dilaksanakan secara terbuka, transparan, diumumkan di media cetak nasional, dan internasional.
Awak kabin yang akan bertugas dalam pelaksanaan penerbangan haji tahun 2011/1432H ini, berjumlah 687 orang dan 622 di antaranya (91%) adalah awak kabin yang direkrut dari daerah embarkasi. Tujuan Garuda Indonesia merekrut awak kabin asal daerah embarkasi tersebut, adalah merupakan bagian dari “pelayanan” Garuda Indonesia kepada para jemaah untuk mengatasi kendala komunikasi (bahasa). Mengingat sebagian besar jemaah hanya mampu berbahasa daerah.(pr/sy/M4)