(Jakarta, MADINA): Tingginya harga buah-buahan di pasar, menjadi pertanyaan dan keluhan para konsumen. Harga buah-buahan Indonesia di kancah perdagangan internasional, kalah bersaing dengan buah impor dari Cina, Australia, dan Amerika. Menurut labolatorium ITB, buah-buahan Indonesia memiliki kualitas lebih baik dari buah impor negara-negara tersebut. Namun hal ini, ternyata tak cukup menjawab pertanyaan.
Contohnya, buah pisang. Di sentra perkebunan pisang di Sukabumi bagian selatan, oleh pihak terkait, ternyata telah diketahui panjangnya rantai distribusi membuat harga buah lokal seperti pisang mahal.
Pisang dari petani tidak bisa langsung sampai ke tangan pedagang dan pembeli di pasar. Setelah dipetik dari kebunnya, petani menjual pisang ke pengumpul di desa. Oleh pengumpul, kemudian pisang dijual ke tengkulak dengan kenaikan harga dua kali lipat. Lalu, tengkulak membawa pisang ke kota Sukabumi dan menjualnya ke bandar pisang. Selanjutnya, bandar mengirim pisang ke pedagang pasar, toko grosir di Jakarta, dan kota-kota besar lainnya.
Berbeda kualitas dan berat pisang pada satu sisirnya, membuat harga pun bervariasi, akhirnya pedagang menjual pisang pada pembeli di pasar. Untuk memangkas pangjangnya rantai distribusi dari petani ke pembeli, pemerintah berencana membuat perusahaan daerah dan koperasi.
Menurut Wakil Bupati Kabupaten Sukabumi Ahmad Jazuli, pihaknya berencana membuat perusahaan daerah. “Ini bertujuan memberi kesejahteraan lebih kepada para petani, sehingga hasil bumi atau hasil petani lebih pendek rentan distribusinya ke para pembeli, artinya hal ini menjadi lebih baik,” ungkapnya.
Rencana lain pun datang dari Menteri Perdagangan Marie Elka Pangestu, “Jadi, petani akan mendistribusikan langsung ke pasar induk, dan kita akan mengembangkan ke arah itu,” tandasnya,
Menurutnya, petani juga ada yang menjadi pengumpul, kemudian mereka membuat suatu wadah yang disebut koperasi. Hasil panen yang mereka dapat dikumpulkan ke koperasi yang anggotanya semua petani. Setelah barang sudah cukup untuk didistribusikan, lalu hasil panen di bawa ke pasar induk. Para konsumen berharap, dengan adanya rencana pemerintah tersebut, harga buah-buahan menjadi murah dan jangan sampai rencana pemerintah untuk memangkas pangjangnya distribusi hanya isapan jempol belaka. (deb/M4)