Saturday, May 19, 2012

(Malang, MADINA): Perkembangan Posdaya  di Malang sangat menggembirakan dengan berbagai basis kekuatan lokal. Setelah koperasi wanita  sukses mengembangkan Posdaya berbasis koperasi Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, kini mengembangkan Posdaya berbasis masjid.

“Saat ini kami sedang membina 70 Posdaya berbasis masjid di berbagai daerah di Malang. Posdaya yang dibentuk dari KKN Tematik UIN Malang ini terus dilakukan pembinaan secara berkelanjutan. Hasilnya sungguh menggembirakan banyak  masjid yang sebelumnya sepi dari kegiatan kini makmur,” jelas Ketua LPPM UIN Maliki Malang Dr Hj Mufidah Ch MAg  sebagai panitia Observation Study Tour (OST) Posdaya Berbasis Majid di Malang, Rabu (15/2) .

Kegiatan OST diikuti 40 peserta dari berbagai Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta dari sejumlah daerah. Di antaranya, adalah UIN Sunan Kalijaga, IPB Bogor, Universitas Sriwijaya, Palembang, Undaris, Universitas Andalas, Universitas Muhammadiyah Malang,  IAIN Sunan Ampel Surabaya, dan lain sebagainya. Hadir juga, Rektor Unmer Malang Prof Dr Agus Suprapto, Direktur Bank UMKM  Jatim  R  Suroso, Ketua Yayasan Damandiri  Prof Dr Haryono Suyono, Purek III UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Dr Agus Maimun MPd, Diruktur Utama BPD Jatim Hadi Sukrianto, dan Pengurus Yayasan Damandiri lainnya.

Purek III UIN Maulana Malik Malang Dr Agus Maimun MPd yang menjadi tuan rumah, menyatakan berterima kasih atas gagasan KKN Tematik Posdaya  berbasis masjid. Diakui, LPM UIN Maliki selama ini menggelar KKN  dengan tema berdasarkan selera fakultas masing-masing.

“Kita sudah lama melupakan masjid sebagai basis sosial, Pak Haryono datang untuk mengingatkan kita kembali bahwa masjid tidak hanya untuk melakukan kegiatan ritual agama saja. Kita ingin melakukan revitalisasi sehingga masjid berfungsi ganda,” tegas Agus Maimun.

Menurut Agus, dahulu masjid menjadi pusat kegiatan masyarakat. Dikatakan, masjid menjadi tempat kumpul-kumpul untuk menyelesaikan masalah-masalah keumatan, namun seiring dibanghunnya balai-balai desa fungsi masjid sebagai basis sosial menghilang.

“Kehadiran Posdaya berbasis masjid ini akan menghidupkan kembali fungsi sosial masjid yang telah hilang. Ini penting lantaran masjid juga simbol dari kejujuran yang saat ini sulit diperoleh di lembaga formal. Kita berharap Posdaya berbasis masjid membangun modal sosial dan mampu membangun semangat kejujuran,”  pungkasnya. (sy)