Saturday, May 19, 2012
    
first
  
last
 
 
start
stop
first
  
last
 
 
start
stop
first
  
last
 
 
start
stop

(Jakarta, MADINA): Ketua Umum Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Prof Dr Haryono Suyono berharap, agar PWRI dan KORPRI ada kesinambungan.  Sehingga pegawai negeri yang sudah memiliki pengalaman  antara 25-30  tahun  setelah  pensiun kembali ke masyarakat dan  berbaur dengan masyarakat untuk tetap ikut membangun bangsa dan negara.

Hal itu disampaikannya usai pelantikan pengurus PWRI periode 2011-2016, di Graha Wredatama Jakarta, Senin (30/1)

Tema yang diusung dalam pelantikan  dan rapat pleno pertama tersebut, lanjut Prof Haryono, adalah  ‘PWRI Membangun Bangsa’.  Jangan salah tafsir, bahwa pegawai negeri itu setelah pensiun  tidak ada gunanya lagi. Tetapi para pensiunan ini, tetap menjadi laskar masyarakat yang bermanfaat.  “Kita melakukan moto harmonis dan selaras. Tetap mempunyai dinamika yang tinggi,  namun  santai dan dapat melakukan aktifitas di lingkungannya,” ujarnya. 

Dengan adanya PWRI diharapkan masyarakat mendapat kepemimpinan langsung  dari mantan-mantan pegawai negeri yang sarat akan pengalaman. Langkah untuk ikut membangun bangsa, tambah Prof Haryono, pertama, menjunjung  keteladanan dan  PWRI  tetap setia kepada  negara kesatuan RI.  Kedua, karakter  pegawai negeri  untuk mendahuluan masyarakat. Ketiga, mendampingi  pemberdayaan masyarakaat di tingkat desa dan dukuh. Pegawai negeri begitu pensiun berbaur bersama-sama dengan masyarakat.  Keempat, PWRI tidak ingin  selalu ada di depan. Tetapi kalau masyarakatnya sudah kuat,  maka PWRI  akan tutwuri handayani. PWRI di pedesaan dan pedukuhan   diangkat kepermukaan  sebagai penggerak pembangunan bangsa.

Untuk meningkatkan peran anggota  PWRI  di desa-desa sampai ke kabupaten akan didirikan Silver College. Yaitu pusat pendidikan dan pelatihan  bagi calon-calon pensiunan untuk kembali ke bangku kuliah guna persiapan pengabdian  masa bakti kedua melalui diklat ketrampilan, wirausaha, seni budaya, agama maupun lingkungan sosial lainnya. Selain itu, anggota PWRI diharapkan dapat mengikuti  Gerakan Nasional Lansia Peduli (GNLP) membangun pos-pos pemberdyaan keluarga (Posdaya) dan mengembangkan wahana pendidikan anak usia dini (PAUD) di rumah sendiri maupun lingkungannya.

Susunan pengurus baru PWRI masa bakti 2011-2016 sebagai berikut:  Ketua Umum Prof Dr Haryono Suyono, Ketua Bidang I Dr Fuad Bawazier, Ketua Bidang II Prof Dr Sofian Effendi, Ketua Bidang III Prof Dr JB Kristiadi, Ketua Bidang IV Dr Subakto Tjakrawerdaya, Ketua Bidang V Prof Dr Mutia Hatta Swasono, Ketua Bidang VI Dr H Luluk Sumiarso, Ketua Bidang VII Prapto Hadi SH MM, Sekretaris Jenderal Progo Nurdjaman, Wakil Sekretaris Jenderal I Dr Adi Sujatno SH MM,  Wakil Sekretaris Jenderal II Drs Sujatmi, Bendahara Ir Sutarto Alimoeso, Wakil Bendahara I Dr Much. Soedarmadi, dan Wakil Bendahara II Muh Is.

Ketua penasehat PWRI yang juga mantan Menteri BUNM Mustofa Abubakar, berharap  Prof Haryono Suyono sebagai tokoh penggerak  di skala nasional  dapat  menyemangati  PWRI untuk lebih  meningkatkan  pengabdian kepada masyarakat,  bangsa dan negara. Terutama dalam memberikan peningkatan  pengayoman dan kesejahteraan bagi para anggotanya. Seperti apa yang disampaikan beliau, lanjut Mustofa Abubakar,  membesarkan harapan  bahwa PWRI akan ditingkatkan lagi perannya sebagai upaya  menyejahterakan. (sy)

Damandiri

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
  • 6
  • 7
  • 8