(Jakarta, MADINA): Ketua Umum Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Prof Dr Haryono Suyono berharap, agar PWRI dan KORPRI ada kesinambungan. Sehingga pegawai negeri yang sudah memiliki pengalaman antara 25-30 tahun setelah pensiun kembali ke masyarakat dan berbaur dengan masyarakat untuk tetap ikut membangun bangsa dan negara.
Hal itu disampaikannya usai pelantikan pengurus PWRI periode 2011-2016, di Graha Wredatama Jakarta, Senin (30/1)
Tema yang diusung dalam pelantikan dan rapat pleno pertama tersebut, lanjut Prof Haryono, adalah ‘PWRI Membangun Bangsa’. Jangan salah tafsir, bahwa pegawai negeri itu setelah pensiun tidak ada gunanya lagi. Tetapi para pensiunan ini, tetap menjadi laskar masyarakat yang bermanfaat. “Kita melakukan moto harmonis dan selaras. Tetap mempunyai dinamika yang tinggi, namun santai dan dapat melakukan aktifitas di lingkungannya,” ujarnya.
Dengan adanya PWRI diharapkan masyarakat mendapat kepemimpinan langsung dari mantan-mantan pegawai negeri yang sarat akan pengalaman. Langkah untuk ikut membangun bangsa, tambah Prof Haryono, pertama, menjunjung keteladanan dan PWRI tetap setia kepada negara kesatuan RI. Kedua, karakter pegawai negeri untuk mendahuluan masyarakat. Ketiga, mendampingi pemberdayaan masyarakaat di tingkat desa dan dukuh. Pegawai negeri begitu pensiun berbaur bersama-sama dengan masyarakat. Keempat, PWRI tidak ingin selalu ada di depan. Tetapi kalau masyarakatnya sudah kuat, maka PWRI akan tutwuri handayani. PWRI di pedesaan dan pedukuhan diangkat kepermukaan sebagai penggerak pembangunan bangsa.
Untuk meningkatkan peran anggota PWRI di desa-desa sampai ke kabupaten akan didirikan Silver College. Yaitu pusat pendidikan dan pelatihan bagi calon-calon pensiunan untuk kembali ke bangku kuliah guna persiapan pengabdian masa bakti kedua melalui diklat ketrampilan, wirausaha, seni budaya, agama maupun lingkungan sosial lainnya. Selain itu, anggota PWRI diharapkan dapat mengikuti Gerakan Nasional Lansia Peduli (GNLP) membangun pos-pos pemberdyaan keluarga (Posdaya) dan mengembangkan wahana pendidikan anak usia dini (PAUD) di rumah sendiri maupun lingkungannya.
Susunan pengurus baru PWRI masa bakti 2011-2016 sebagai berikut: Ketua Umum Prof Dr Haryono Suyono, Ketua Bidang I Dr Fuad Bawazier, Ketua Bidang II Prof Dr Sofian Effendi, Ketua Bidang III Prof Dr JB Kristiadi, Ketua Bidang IV Dr Subakto Tjakrawerdaya, Ketua Bidang V Prof Dr Mutia Hatta Swasono, Ketua Bidang VI Dr H Luluk Sumiarso, Ketua Bidang VII Prapto Hadi SH MM, Sekretaris Jenderal Progo Nurdjaman, Wakil Sekretaris Jenderal I Dr Adi Sujatno SH MM, Wakil Sekretaris Jenderal II Drs Sujatmi, Bendahara Ir Sutarto Alimoeso, Wakil Bendahara I Dr Much. Soedarmadi, dan Wakil Bendahara II Muh Is.
Ketua penasehat PWRI yang juga mantan Menteri BUNM Mustofa Abubakar, berharap Prof Haryono Suyono sebagai tokoh penggerak di skala nasional dapat menyemangati PWRI untuk lebih meningkatkan pengabdian kepada masyarakat, bangsa dan negara. Terutama dalam memberikan peningkatan pengayoman dan kesejahteraan bagi para anggotanya. Seperti apa yang disampaikan beliau, lanjut Mustofa Abubakar, membesarkan harapan bahwa PWRI akan ditingkatkan lagi perannya sebagai upaya menyejahterakan.
(sy)