Saturday, May 19, 2012
    
first
  
last
 
 
start
stop
first
  
last
 
 
start
stop
first
  
last
 
 
start
stop

(Purwokerto, MADINA): Kesenjangan semakin menganga, yang kaya semakin kaya yang miskin semakin miskin. Oleh karena itu salah satu tugas mahasiswa adalah mengajak yang kaya membantu yang miskin dan yang miskin diajak untuk bekerja keras dan tidak malu kalau diajak  mengentaskan kemiskinan.

Indek Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia sudah baik, namun negara-negara lain IPM-nya lebih cepat naiknya sehingga Indonesia tetap ketinggalan dengan negera lain. Kehadiran Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya) adalah menghilangkan kemiskinan dan keterbelakangan di Indonesia. Tetapi persoalan itu harus dihadapi dengan sabar dan tekun.

Demikian Ketua Yayasan Damandiri, Prof Dr Haryono Suyono ketika memberikan pembekalan kepada  2.000 mahasiswa  Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto yang akan terjun kedesa melakukan KKN Tematik Posdaya di 9 Kabupaten di Jawa Tengah.

Prof Haryono Suyono memesankan agar para mahasiswa yang melakukan KKN harus pandai berbaur dengan masyarakat pedesaan. KKN tujuannya mendukung keluarga agar sejahtera. Mahasiwa tidak boleh mengecilkan keluarga yang tidak  mampu belum mau  bergaul tetapi justru mengajak mereka untuk bersama-sama bergabung.

Untuk itu Presiden telah mengeluarkan Kepres No 3 Tahun 2010 yang berisikan pengentasan kemiskinan dengan dasar keluarga. “Keluarga Indonesia menjadi titik sentral penyelesaian kemiskinan. Ukuran pengentasan kemiskinan dari KKN adalah sebanyak-banyaknya keluaraga ikut serta,” ujar Prof Haryono.

“KKN Mahasiswa merupakan pengawalan program aksi, program nyata, program membangun kebersamaan dan membangun kesatuan dan persatuan, membangun kemitraaan  antara yang kaya dan yang miskin, antara yang pandai dan yang  kurang pandai, kemitraan antar yang sepuh dengan yang muda, kemitraan antar keluarga dan keluarga, kemitraan antar desa dengan desa sehingga tidak timbul perselisihan atau pertengkaran. Dengan demikian rakyat akan menghargai pemimpin dan pemimpin mengharagai rakyat,” jelas Prof Haryono.

Untuk itu, lanjut dia, perlu diadakan pemetaan siapa yang kaya dan siapa yang miskin, siapa yang membantu dan siapa yang harus dibantu, siapa yang buta aksara dan siapa yang sudah pandai membaca dsb. Dengan pemetaan ini akan mudah untuk menyelesaikan kemiskinan di desa.

Program-program yang dikelola oleh mahasiswa bukan menyaingi program pemerintah, tetapi  program itu adalah program yang mendampingi program pemerintah maupun program pedesan. Program ini bergerak bersama-sama dengan program Posyandu, Koperasi, PAUD dll. Sedangkan Posdaya adalah forum kebersamaan untuk membangun kebersmaan di pedesaan, untuk pengentasan kemiskinan dan melalui Posdaya keluarga muda belajar menjadi pengusaha dan rajin bekerja.

Tugas Posdaya dan mitranya pertama merancang dan melaksanakan  program pemberdayaan melaui pelatihan dan menjadi kewajiban anggota Posdaya untuk bekerja demi kemandirian untuk menuju kesejahteraan yang berkelanjutan.

Tugas kedua Mendorong kerjasama Posdaya dengan berbagai kalangan mendirikan PAUD, Kursus Paket A, B, C, Kursus keterampilan dan magang pada usaha ekonomi mikro. Untuk itu usaha-usaha mikro tersebut akan didukung dari berbagai Bank melalui tiga Skim yaitu, Tabungan dan Pundi sejahatera (Taburpuja) dengan kredit dibawah Rp 2 juta, Pundi Rakyat melalui kredit dibawah Rp 10 juta dan Tabungan Pundi Kencana diatas Rp 10 juta. Pelaksanaan ketiga Skim tersebut akan dilayani diberbagai Bank, seperti Bank BPD, BUKOPIN,BPR dll.

Selain itu mahasiswa juga menjaga kesetaraan gender melalui Pramuka berbasis desa, mendorong anak perempuan untuk bersekolah SMK,SMP dan SMA dan anak perempuan harus bekerja. Untuk itu mereka baik anak laki-laki maupun perempuan harus belajar dan diberi keterampilan agar dapat bekerja dan mendapat penghasilan yang sama.

Untuk mencegah kematian anak dan ibu hamil perlu digerakkan KB, Posyandu, Imunisasi dan pemeriksaan anak secara teratur melalui Posyandu dan gerakan kesehatan preventip di desa. sedangkan KB dan kesehatan menyegarkan Posyandu dengan program utama pelayanan KB dan kesehatan Ibu hamil. Cegah penyakit HIV/AIDS dengan melakukan kegiatan alternatif seperti olah raga dsb.

Selain itu mahasiswa juga harus tanggap lingkungan bergizi. Anjurkan agar setiap keluaga mengubah halaman rumah menjadi kebun bergizi. Dan keluarga-keluarga yang bersatu dan giat bekerja keras untuk mandiri diberi penghagan. (sy)



Damandiri

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
  • 6
  • 7
  • 8