Saturday, May 19, 2012
    
first
  
last
 
 
start
stop
first
  
last
 
 
start
stop
first
  
last
 
 
start
stop

(Jakarta, MADINA): Lansia tidak semua hidupnya sengsara. Lansia masih banyak yang potensial dan dapat memberikan sumbangsih kepada pembangunan bangsa. Oleh karena itu, para Lansia berkumpul dan membentuk suatu Gerakan Nasional Lansia Peduli (GLNP) yang diketuai oleh Laksamana Muda TNI (Pur) Warsono HP MA.

Pengurus GNLP Laksamana Muda TNI (Pur) Warsono HP MA, Brigjen TNI (Pur) Muh Yusuf Indung Hariyanto, Dr Djoko Rusmoro, Prof Dr Clara Meliayanti Kusharto MSc, Drs Dedi Hermawan MPA, Ayrrizha Vebee, Drs Karna Suwanda, Drs  Ruchadi MSi,   didampingi  Ketua Umum Dewan Nasional Indonesia untuk Kesejahteraan Sosial (DNIKS)  Prof Dr Haryono Suyono yang juga  sebagai pembina GNLP bersama tidak kurang 300 Lansia lainnya, Kamis lalu menghadap Wakil  Presiden Budiyono melaporkan kepengurusan dan  Wakil Presiden berkenan  mendeklarasikan gerakan tersebut.

GNLP timbul, karena para Lansia banyak yang masih memiliki potensi untuk membantu Lansia lainnya maupun bersama generasi muda ikut berperan dalam  pembangunan nasional. Mereka akan membantu Lansia yang miskin maupun yang  sakit-sakitan. Kedua, sesama Lansia yang masih potensial akan melakukan pemberdayaan melalui Silver College. Silver College di tingkat provinsi dan kabupaten akan menjadi forum lansia untuk ikut dalam melakukan pemberdayaan diri, generasi muda, dan masyarakat lainnya sampai tingkat desa. 

Gerakan ini, adalah merupakan forum untuk pribadi tetapi juga sinergi dan bermitra dengan organisasi-organisasi Lansia lainnya. Seperti,  PUSAKA, PWRI, PEPABRI, dan  LVRI. Melalui Silver College, para Lansia dan calon Lansia dapat belajar  kembali menjadi Lansia yang efektif dan mempersiapkan diri memilih kegiatan yang meneyenangkan, membuat hidup lebih tentram, dan sejahtera tidak tergantung kepada orang atau lembaga lain.


Lansia perlu dipersiapkan secara dini sehingga tidak terkejut pada saat menjadi lansia. Silver College akan memberikan pembekalan kepada lansia juga keluarga lansia  untuk menjadi lansia yang efektif, produktif, dan tetap bergerak di dalam masyarakat sebagai agen pembangunan.


Pemerintah dituntut menjadi fasilitator  dengan melengkapi gedung-gedung pemerintah berupa fasilitas untuk kursi roda, memapras jalan-jalan yang terjal, mendorong penumpang umum untuk memberikan tempat duduk bagi lansia  atau potongan harga untuk fasilittas publik.


Oleh karena GNLP berhubungan dengan organisasi, maka programnya  memasuki program lembaga-lembaga lainnya.  Yang intinya peduli sesama lansia,  tetapi juga bermitra dengan kelompok-kelompok masyarakat  yang belum lansia untuk ikut  memberdayakan lansia maupun  bukan lansia.(sy/M4)





Damandiri

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
  • 6
  • 7
  • 8