(Jakarta, MADINA): Yayasan Damandiri akan memperkuat komponen-komponen yang telah ada seperti Posyandu, PAUD, kegiatan ekonomi keluarga, serta kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan lingkungan. Dalam waktu dekat, Yayasan Damandiri menyediakan fasilitas untuk Posyandu seperti menimbangan untuk ibu hamil dan kegiatan Bina Keluarga Balita (BKB). BKB akan ditingkatkan menjadi PAUD yang dibina oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nasional.
Ketua Yayasan Damandiri Prof Dr Haryono Suyono mengungkapkan hal itu usai mengikuti Penutupan Rapat Kerja Nasional BKKBN dan Penandatanganan kerjasama antara BKKBN dengan Yayasan Damandiri, Asosiasi Pita Putih Indonesia (APPI), dan Yayasan Melati di Kantor BKKBN, Jakarta, Rabu (10/2).
Dengan sendirinya, lanjut Prof Haryono Suyono, proses kegiatan untuk remaja akan ditingkatkan agar remaja siap tidak saja untuk ber-KB, tetapi siap untuk menjadi penduduk yang berkualitas. Hal itu akan dikembangkan daearah-daerah padat penduduk. Sedangkan daerah yang masih jarang penduduk masih menjadi tanggung jawab pemerintah daerah.
Sementara itu, Kepala BKKBN Dr Sugiri Syarief sangat mendukung upaya-upaya, baik dari Yayasan Damandiri, Asosiasi Pita Putih Indonesia, dan Yayasan Melati melakukan kerjasama dalam pemberdayaan keluarga untuk mempercepat tercapainya program Millennium Development Goals (MDGs) tahun 2015 yang akan datang. Penandatanganan kerjasama ini, merupakan langkah untuk meningkatkan kualitas keluarga, khususnya kaum wanita.
Penduduk Indonesia yang berjumlah 237,8 juta jiwa, lanjut Sugiri Syarief, dengan rendahnya kualitas penduduk, maka tahun 2012 BKKBN secara intensif dan berkesinambungan memromosikan kebijakan pemerintah dalam mewujudkan Pembangunan Berwawasan Kependudukan. Untuk itulah, salah satu langkah yang ditempuh pihak BKKBN untuk menekan jumlah kelahiran bayi adalah dengan melakukan kerjasama dengan berbagai pihak, salah satunya dengan Yayasan Damandiri.
Soegiri menambahkan, bahwa Yayasan Damandiri sekarang ini fokus terhadap pengembangan pemberdayaan di kalangan masyarakat. Hal ini merupakan upaya yang positif dengan konsepnya Posdaya. “Saya yakin Pak Haryono memikirkan ke depan sebuah model yang bisa efektif. Kalau itu bisa diaplikasikan di seluruh Indonesia, saya kira tidak ada masalah dan kita dukung,” kata Soegiri.
(sy)