(Jakarta, MADINA): Ketua Yayasan Damandiri Prof Dr Haryono Suyono berharap kepada warga Kecamatan Johar Baru, Jakarta Pusat bisa mengembangkan Forum Komunikasi Pemberdayan Keluarga (Rukodaya). Melalui Rukodaya keluarga dapat menanggulangi kemiskinan. Rukodaya tempat silaturahmi dan saling bantu membantu antar keluarga memecahkan persoalan apa saja yang dihadapi warga masyarakat, termasuk pendidikan, kesehatan, wirausaha, dan masalah lingkungan.
“Rukodaya terus berkembang dan mendapat sambutan secara luas warga masyarakat Ibukota Jakarta. Intinya, adalah bahwa forum komunikasi ini tidak saja dilakukan PKK, tetapi seluruh kekuatan pembangunan yang ada di desa, RT, RW sampai Dasa Wisma, dan lain-lain,” ujar Ketua Yayasan Damandiri Prof Dr Haryono Suyono kepada peserta pelatihan dari Kecamatan Johar Baru, Jakarta Pusat, Kecamatan Bukitduri, Jakarta Selatan di Haryono Suyono Center, Siti Padmirah Silver College Jakarta, Kamis (26/1).
Forum pelatihan ini, lanjut Prof Haryono, sangat diperlukan karena tingkat pertumbuhan penduduk Jakarta naik lagi gara-gara penduduk pendatang baru masuk Jakarta pasca lebaran. Selain itu, disebabkan tingkat kelahiran di Jakarta masih tinggi. Begitu juga, Lansia saat ini umurnya semakin panjang dan hidupnya tambah lama.
Menurut pengamatan Prof Haryono, orang desa begitu masuk Jakarta sifatnya berubah menjadi orang kota. Tetapi di Jakarta, juga masih banyak penduduk miskin. Pembangunan yang dilaksanakan di Jakarta menganut Instruksi Presiden (Inpres) No 3 Tahun 2010 tentang Pembangunan Pro-Rakyat Penanggulangan Kemiskinan Berbasis Keluarga. Bukan berbasis konglomerat.
Pembangunan berbasis keluarga ini, dibarengi dengan pemberdayaan keluarga. Oleh karena itu, pemberdayaan keluarga ini diiringi dengan pemberdayaan masyarakat dan mengajak keluarga-keluarga miskin untuk ikut usaha, yaitu usaha kecil dan mikro.
Untuk itu Prof Haryono mengucapkan terima kasih kepada pendiri Yayayasn Damandiri, almarhum mantan Presiden RI, Soeharto yang sangat konsen dengan cita-citanya untuk mempersatukan rakyat Indonesia dan bisa mensejahterakan rakyat. Terlebih pada tanggal 27 Januari 2012 bertepatan dengan Haul Soeharto.
Prioritas kedua Inpres No 3 ini, tambah Prof Haryono, adalah untuk anak dan perempuan. Oleh karena itu, jangan sampai ada anak keluarga miskin tidak sekolah. Cara mengeceknya jangan dilihat di sekolah, tetapi dilihat di kampung-kampung ada tidak anak usia sekolah yang tidak sekolah. Selain itu, jangan sampai ada perempuan tidak bekerja apalagi kalau miskin dan termarginalkan.
Untuk mengetahui sampai seberapa jauh keberhasilan program itu, ukurannya adalah Millennium Developments Goals (MDGs). MDGs harus tuntas pada tahun 2015. Oleh karena itu, solusinya sebelum Gubernur, Tim Penggerak PKK mengadakan roadshow PKK kedua yang segera dimulai, maka semua walikota, camat, pengurus PKK, dan organisasi lain harus siap menjadi pendamping membangun keluarga yang diikuti sebanyak mungkin keluarga ikut berpartisipasi.
Sementara itu, Wakil Walikota Jakarta Pusat Drs Fatahillah mengajak masyarakat Kecamatan Johar Baru untuk sungguh-sungguh belajar di Siti Fadmirah Silver College. DIharapkan pelatihan ini bisa dikembangkan ke Kecamatan lainnya di Jakarta Pusat.
(sy)