Saturday, May 19, 2012

(Jakarta, MADINA): Hasil kunjungan kerja (kunker) Menteri Perindusterian (Menperin) Ir Mohamad Sulaeman Hidayat SE, minggu lalu, ke Negara Korea Selatan (Korsel) dan Italia adalah dalam rangka membawa misi bisnis menjajaki  kerjasama bisnis di bidang  teknologi Converter Kit dan tabung.

“Saya ditugaskan oleh Presiden RI DR H Susilo Bambang Yudhoyono ke Korea Selatan untuk menjajaki secara langsung kemungkinan kerjasama teknik pengadaan converter kit dan tabungnya. Tentu saja dalam rangka kerjasama teknologi ini, Indonesia   juga akan memroduksi sendiri converter kit di dalam negeri,” terang Mohamad Sulaeman Hidayat kepada wartawan usai menyaksikan Penandatanganan Nota Kesepakatan Bersama atau Memorandum of Understanding (MoU) yang dilakukan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Perindusterian (Kemenperin) RI Ir Anshari Bukhari dengan Ketua Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) DR Adjat Daradjat MSi,  usai menyerahkan lisensi BNSP kepada Lembaga Sertifikasi Profesi Persemenan Indonesia (LSP-PI) dan Penyerahan Sertifikasi Kompetensi Operator Industri Semen, di kantor Kemenperin, Jakarta, Senin (30/1).

Dalam kunker ke Italia, sambung Mohamad Sulaeman Hidayat, tidak jauh berbeda dengan kunjungannya ke Korsel, yakni juga menjajaki kerjasama bisnis teknologi converter kit. “Italia merupakan produsen terbesar di dunia untuk converter kit. Italia melakukan produksi dan mengekspor converter kit ke 60 negara,” katanya.

Sementara Korsel, telah melakukan pembuatan converter kit dengan seluruh unit atau itemnya dan sudah memasang converter kit pada 34.000  kendaraan umum di Korsel. “Saya tentu harus mempersiapkan agar secara teknis dan operasionil, apabila program converter kit ini bisa berlangsung mulai April 2012 nanti. Program ini harus sudah mulai dikerjakan pada April 2012,” katanya.

Menurut Mohamad Sulaeman Hidayat, pada kunker ke dua negara itu,  juga membawa beberapa wakil dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) seperti PT Dirgantara Indonesia (PT DI), PT Pindad, dan Wijaya Karya (Wika) untuk bersama-sama menandatangani MoU kesepakatan kerjasama teknologi. “Salah satu Dirjen saya  telah melakukan penandatanganan  MoU dengan salah satu perusahaan terkemuka di Italia untuk pengembangan teknologi green (hijau),” paparnya.

Mohamad Sulaeman Hidayat menambahkan, pada awal April 2012 mendatang, program pertama Kemenperin menggunakan converter kit pada seluruh kendaraan umum yang ada di Indonesia, baik yang baru maupun existing (menunggu).

“Kami bisa memastikan mulai April 2012 sudah bisa dilakukan. Hanya harus bertahap, karena engineer atau pemasang converter kit di Indonesia harus dilatih. Harus bersertifikat kompetensi. Bengkel-bengkel autorized nanti ditunjuk untuk pemasangan converter kit ini, namun  kalau montirnya sudah memiliki sertifikat kompetensi,” tegas Moh Sulaeman Hidayat.

Rencananya, Landi Renzo, salah satu perusahaan Italia siap diajak bekerjasama dengan pemerintah Indonesia dalam penggunaan converter kit di dalam negeri. Sementara perusahaan Korsel yang siap diajak kerjasama adalah DYMCO.

“Sebagai tahap awal, pemerintah Indonesia akan memroduksi 250 ribu unit converter kit.  Di awal, kita mungkin mengimpor untuk converter kit, tetapi saya tetapkan setelah enam bulan, produksi nasional harus sudah bisa memulai sendiri pembuatan converter kit,” paparnya.

Di dalam negeri, kata Mohamad Sulaeman Hidayat, converter kit akan diproduksi PT Pindad, Wijaya Karya, dan PT DI.

“Impor converter kit paling  hanya 10 persen untuk 250 ribu unit kendaraan umum yang kita rencanakan menggunakan converter kit ini. Namun, karena satu bulan engineer kita belum semuanya terlatih baru sedikit yang terlatih,  paling bisa 3.000 unit converter kit  per bulan yang bisa diproduksi,” lanjutnya.

Bagi tenaga engineer (montir), lanjut Mohamad Sulaeman  Hidayat, pemerintah akan memberikan program pelatihan kompetensi buat para engineer Indonesia dengan cara memberikan training bagaimana caranya memasang converter kit pada kendaraan. “Kita juga ada program training of trainers (ToT) yang akan dilakukan,” pungkasnya. (mur)