Saturday, May 19, 2012

(Jakarta, MADINA): Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil serta Menengah (Kemenkop dan UKM) mencatat data, bahwa saat ini ada 39% atau 53,8 juta pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di seluruh Indonesia, sebanyak 21 juta adalah UMKM yang dikelola oleh kaum perempuan.

Deputi Bidang Pemasaran dan Jaringan Usaha Kemenkop dan UKM Drs Neddy Rafinaldi Halim menyampaikan hal itu sebelum membuka secara resmi pameran produk-produk UMKM buah karya wanita se-Asia Tenggara atau “ASEAN Woman Cooperative and SME’s Expo 2011”, yang disaksikan langsung Sekretaris Kemenkop dan UKM Guritno Kusumo dan para Duta Besar (Dubes) Negara-negara sahabat,  di Jakarta, Kamis pekan lalu.

Menurut Neddy Rafinaldi, sampai saat ini peran perempuan di sektor UMKM  menunjukkan angka yang cukup baik. Adanya peningkatan jumlah menjadi 21 juta UMKM yang dikelola perempuan, terbukti telah meningkat 42% dibanding pada periode 10  tahun lalu. “Artinya, perempuan Indonesia memiliki kontribusi yang sangat baik dan signifikan dalam meningkatkan jumlah  enterpreuner atau jumlah wirausaha di Indonesia,” katanya.

Ke depan, Neddy Rafinaldi berharap melalui berbagai macam aktifitas, termasuk di antaranya diadakannya pameran produk-produk UMKM buah karya wanita se-Asia Tenggara seperti pagelaran pameran “ASEAN Women Cooperative and SME’s Expo” tahun 2011  ini, peran perempuan dalam konteks memberdayakan ekonomi, baik ekonomi untuk diri sendiri, maupun ekonomi di lingkungannya, bisa memberikan share (manfaat) terhadap pembangunan ekonomi nasional.

“Diharapkan ke depan, jumlah UMKM se-ASEAN menjadi lebih meningkat lagi di masa-masa mendatang,” harapnya.

Neddy Rafinaldi mengatakan, perempuan sebagai salah satu penggerak kekuataan ekonomi riil telah banyak berkiprah di berbagai sektor ekonomi di negeri ini. “Keputusan perempuan mulai dari mengelola sektor ekonomi  formal berskala rumah tangga, maupun sampai membawa pelaku usaha skala kecil menengah,  terbukti sanggup membawanya hingga ke skala global,” jelasnya.

“Kaum perempuan memiliki sifat atau karakteristik atau sifat alamiah, yang menjadikannya dasar bagi kunci sukses mereka dalam memulai usaha,” terang Neddy.

Ditegaskan Neddy, banyak UMKM berhasil dikelola kaum perempuan karena adanya empat hal yang tidak bisa dilepaskan dari sosok wanita. Keempat hal itu, Pertama, perempuan cenderung memiliki sifat lebih teliti dari kaum laki-laki. Perempuan lebih telaten dan sabar dalam melakukan berbagai hal. Ini tentu menjadi modal utama pembukaan dalam memulai bisnis.

Kedua, sambung Neddy Rafinaldi, perempuan juga terbiasa melakukan beberapa tugas secara up-date (kekinian). Ini tentu menunjukkan kemampuan perempuan dalam menghadapi berbagai situasi putusan di saat yang bersamaan; Ketiga, perempuan cenderung memiliki sifat keluwesan, efisiensi, memiliki intensitas yang lebih tinggi dalam melakukan interaksi komunikasi, mengedepankan data yang faktual, dan intuisi dalam pengaturan usaha.

Selanjutnya, kata Neddy, perempuan cenderung mengawali bisnisnya pada bidang usaha yang terkait dengan hal-hal atau kebutuhan atau keinginan diri pribadi. Ini seringkali terjadi ketika perempuan memulai usaha. Usaha yang lebih berorientasi pada kepentingan sosial, kemanusiaan dan bukan untuk kepentingan memperkaya diri semata. dan Terakhir, karakteristik keunggulan perempuan adalah perempuan  lebih fokus dalam mengatasi permasalahan yang terkait dengan kesejahteraan rumah tangga atau mampu melakukan kreatifitas, dan mampu untuk menopang kehidupan rumah tangganya.

“Inilah yang biasanya menjadi modal dasar dan menjadi awal dari eksistensi perempuan sebagai enterpreneur di Indonesia,” tegas Neddy.

Dengan adanya event seperti ini, Neddy berharap akan menghasilkan komunitas masyarakat ASEAN  yang memiliki interaksi antara masing-masing negara bahkan bisa memajukan produk unggulan budaya, seni dan keunggulan kreatifitas dari masing-masing negara, dan  masing-masing karya perempuan se-ASEAN.

“Dengan cara seperti ini tentu bisa menciptakan komoditas yang menggambarkan dan mencipta kreatifitas ASEAN ke depan,” tandasnya.

Pameran ASEAN Woman Cooperative and SME’s Expo 2011 ini diikuti oleh kalangan pelaku UMKM wanita yang berasal dari tujuh Negara Asia, yaitu  Thailand, Malaysia, Vietnam, Laos, Singapura, Brunei Darussalam, dan Filipina. (mur/M4)