Potensi Indonesia sebagai negara berkembang masih terbuka lebar, dengan mendorong peningkatan variasi dari sumber pendanaan yang masuk. “Kita melihat reposisi Indonesia yang lebih berimbang dalam menilai sumber-sumber pendanaan sehingga tidak harus tergantung pada satu sumber saja,” jelas Wakil Menteri Keuangan II Mahendra Siregar selepas bertemu Menteri Pembangunan Internasional Inggris Andrew Mitchell, di Gedung Djuanda I pada Kamis (16/2).
Sebagai salah satu emerging market, Indonesia mendapat kesempatan akan sumber pendanaan yang lebih banyak. “Sekarang kita lebih punya banyak sumber pembiayaan, baik dari pajak, non pajak, maupun dari pasar. Sehingga fleksibilitas dan kemampuan pembiayaan kita lebih bervariasi,” jelas Mahendra.
Mahendra meyakini, pinjaman yang lebih bervariasi dapat menjadi daya tahan tersendiri bagi Indonesia. Seiring dengan hal tersebut, Inggris sendiri tetap berkomitmen untuk terus mendukung pembangunan negara-negara berkembang “Kita punya variasi yang lebih banyak sekarang, sehingga hal itu sendiri menjadi daya tahan. Yang harus kita dorong adalah variasi sumber pembiayaan dan kemampuan kita untuk terus memperbesarnya . Jadi, saya merasa potensi kita sebagai negara berkembang masih besar,” jelas Mahendra. (ikd/depkeu.go.id)